Background Illustrations provided by: http://edison.rutgers.edu/

Ulasan Pertandingan Valencia vs Inter Milan

Guiness International Champions Cup, 8 Agustus 2013 
                Skor 4-0 untuk Valencia. Skor yang tidak diguga duga bagi semua interisti manapun. Kalah dengan selisih 4 gol ini membuat banyak sekali yang akan saya komentari dari klub kebanggaan saya ini. Saya tidak melihat full match, namun kurang lebih saya akan mencoba untuk mengomentari sepengetahuan saya.
                Dua gol cepat terjadi dari luar kotak penalty. Mungkin Valencia sudah membaca permainan dari Inter saat melawan Chelsea di pertandingan sebelumnya. Melihat kelemahan Inter dengan menggunakan 3 bek coba dimanfaatkan oleh Valencia. Terlihat sekali Valencia mencoba menguasai lapangan tengah dan membuat pemain belakang inter frustasi. Terbukti 2 gol sisa Valencia pemain belakang inter kewalahan dengan umpan-umpan taktis pemain depan Valencia. Apalagi melihat gol ketiga Valencia, Juan Jesus frustasi sampai memukul leher dari Jones sebelum mencetak gol.
                Itu tadi sedikit ulasan dari sisi Valencia. Sekarang melihat dari tim kebanggan saya, La Beneamata (:3). Dari pertandingan awal saat melawan Chelsea, sudah terlihat banyak sekali kelemahan dari Inter. Mulai dari komposisi pemain, bisa dibilang Inter sekarang tidak punya pemain bintang. Beda sekali di era Mourinho, bahkan disetiap lini paling tidak ada 1 2 pemain bintang, mulai dari Eto’o, Sneijder, Maicon. Di era Mazzari sekarang, dengan formasi 3 bek yang rawan sekali terkena serangan balik, seharusnya ada pemain yang bisa ditonjolkan. Mengetahui kelemahan di barisan belakang, seharusnya barisan depan diperkuat dengan membeli striker mumpuni dan gelandang kreatif. Dengan pembelian Icardi, Belfodil, menurut saya barisan depan masih kurang tajam, seharusnya ada 1 saja striker yang bisa ditonjolkan. Palacio, menurut saya dia lebih baik menjadi pelayan striker lainnya, atau jika dijadikan striker tunggal masih belum terbukti menjadi striker mumpuni dan bisa diandalkan. Terlihat sekali Inter sulit menembus pertahanan Valencia.
                Dengan 5 pemain tengah dan mengandalkan sayap, Mazzarri memasang Nagatomo dan Perreira. Seharusnya pemain sayap punya kemampuan menyerang dan bertahan sama baik. Menurut saya 2 orang pemain ini kurang cocok untuk masuk di tim utama, lebih cocok menjadi pelapis. Pereira, jarang sekali main konsisten bagus. Crossing kadang bagus kadang nggak. Nagatomo, tenaga oke, tetapi jarang sekali memberikan ancaman di sayap kiri pertahanan lawan, jarang sekali memberikan umpan crossing. Menurut saya Nagatomo lebih cocok main di bek sayap dengan formasi 4 bek. Terlihat sekali masuknya Jonathan, Alvarez, dan Laxalt, mampu memberikan perubahan dan meningkatnya intensitas serangan. Untuk masalah gelandang tengah, seharusnya ada pemain pelapis Cambiasso. Kuzmanovic menurut saya punya tipikal sama dengan Cambiasso. Inter butuh pemain seperti Sergio Busquets (he he he). Saran saya, Inter harus beli pemain gelandang pekerja keras, seperti Nainggolan, Luiz Gustavo.
                Terakhir, dengan komposisi pemain “ala kadarnya” ini, sepertinya sulit untuk memaksakan diri menggunakan formasi 3 bek. Demi kestabilan, saran saya Mazzarri seharusnya menggunakan formasi 4 bek. Mungkin ini komentar saya tanpa mempertimbangkan pemain-pemain yang belum datang, seperti Kovacic, Zanetti, Milito. Diharapkan nantinya dengan adanya dana segar dari Erick Thohir, Inter harus menuruti keinginan Mazzarri dalam membeli pemain yang sesuai dengan formasi andalannya. Paling tidak ada pemain bintang yang menonjol dan bisa menjadi andalan. #InMazzarriWeTrust #ForzaINTER !!!

Dua Puluh Hari Puasa Ramadhan 1434 H di Jogja I (Edisi Panti Asuhan)

                Ingin mengubah tradisi puasa ramadhan di rumah saja membuat saya mencari “kesibukan yang bermanfaat” di ramadhan tahun ini, 1434 H.  Niatan itu saya awali dengan mengikuti open recruitment kepanitiaan ospek di fakultas saya, FEB UGM. Sosialisasi dan Inisiasi Mahasiswa Baru Fakultas Ekonomika dan Bisnis 2013, atau dikenal  dengan nama SIMFONI 2013, begitulah nama acara ospek di fakultas saya. Divisi pemandu menjadi pilihan saya untuk menambah pengalaman baru dan merupakan kesempatan untuk lebih dekat dan belajar banyak dengan gamada-gamada di fakultas saya. Gamada (Gadjah Mada Muda), begitulah sebutan untuk mahasiswa baru di UGM. Tidak hanya SIMFONI,saya juga mengikuti kepanitiaan Nurani (Nuansa Ramadhan di Ekonomi) dan juga kepanitiaan RdK (Ramadhan di Kampus). Di Nurani, saya masuk di divisi dana usaha, sedangkan di RdK saya diamanahi di divisi buka bersama.

                Tanggal 11 Juli 2013 adalah hari pertama saya menjajakkan kaki di Jogja, hari kedua puasa Ramadhan 1434 H. Berangkat pukul 05.30 dengan kereta komuter dari stasiun dekat rumah yang kemudian dilanjut dengan kereta lagi dari stasiun gubeng pukul 8.00. Menempuh perjalanan selama 5 jam, akhirnya saya sampai di kota miniature Indonesia, Yogyakarta. Di stasiun tugu, teman saya, TNF, sudah menunggu untuk menjemput saya. Tidak berlama lama akhirnya kita berangkat menuju kamar kos tercinta.

                Masih tanggal 11 juli, agenda pada hari itu sangat padat. Memiliki amanat menjadi panitia Nurani, saya harus berangkat ke panti Asuhan Ibadah Bunda, guna buka bersama teman-teman disana. Sekilas melihat namanya, saya berfikir bahwa panti asuhan tersebut bukan panti asuhan islami. Namun, setelah mendengar penjelasan dari ibu pengasuh panti asuhan tersebut, nama Ibadah Bunda dipakai untuk menghormati ibu (bunda) dari pemilik panti asuhan dan pendirian panti asuhan tersebut dijadikan sebagai ibadah yang Insya Allah pahalanya mengalir terus-menerus dan tidak terputus. Sebelum berbuka, kami ngabuburit dulu dengan berlomba membuat hiasan kotak kue dengan kain flannel. Secara mendadak saya disuruh menjadi pemandu kelompok di lomba itu. Setelah lomba selesai, berhubung waktu berbuka masih cukup lama, kami lanjutkan acaranya dengan menonton film The Message, film yang menceritakan tentang kejayaan Islam dan Nabi Muhammad. Akhirnya adzan berkumandang, secara resmi itu adalah waktu pertama kali buka puasa di Jogja (hehehe), lebih istimewanya lagi bisa buka bersama dengan teman-teman panti asuhan yang selalu bersemangat dan menyemangati saya dalam menjalani hidup. Segelas kolak yang nikmat menjadi pelampiasan kami untuk membatalkan puasa. Tidak berlama-lama, kami kemudian bersegera untuk sholat maghrib berjamaah di ruang tengah panti asuhan tersebut. Setelah sholat, kami berlanjut dengan tilawah bersama dengan membaca surat Al Waqiah, yang InsyaAllah dengan membaca surat tersebut kita akan terhindar dari kemiskinan. Tilawah bersama akhirnya selasai, kemudian saatnya pengumuman hasil lomba menghias kotak kue. Dan tidak disangka-sangka, Alhamdulillah teman-teman dari kelompok yang saya pandu banyak yang mendapatkan juara. Juara favorit, juara 3, dan juara 2, disabet oleh teman-teman dari kelompok saya. Jujur saya tidak memberikan kontribusi sama sekali dalam membimbing teman-teman untuk menghias kotak kue tersebut. Namun dari sini kita bisa belajar bahwa kunci utama kesuksesan itu berasal dari diri kita sendiri, kita tidak bisa mengandalkan orang lain demi kesuksesan kita. Faktor lingkungan kadangkala berpengaruh dalam kesuksesan kita, tinggal kita saja bagaimana menempatkan diri kita di tempat yang membuat kita bisa belajar banyak dan berkembang. Di akhir acara, kita berdoa bersama. Di dalam doa, pemimpin doa menyelipkan harapan bahwa kita semua mudah-mudahan bisa menjadi seperti ibu pengasuh panti asuhan Ibadah Bunda yang selalu semangat dalam membantu, melayani, dan membimbing teman-teman di panti asuhan untuk mencapai cita-cita mereka. Subhanallah.

                Semua rangkaian acara di panti asuhan selesai. Diluar perkiraan, acara selesai setelah waktu Isya. Niatan mengejar waktu Isya dan tarawih, tidak berlama-lama segera kita pamit kepada pemilik dan teman-teman panti asuhan. Karena tertinggal waktu tarawih di masjid, akhirnya kita memutuskan untuk sholat Isya dan tarawih sendiri di musholla FEB tercinta (:3). Diimami oleh Ketua JMME (Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi), IAM, dengan khusyuk kita sholat Isya berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan sholat tarawih 8 rakaat (2 kali salam) dan witir 3 rakaat. Alhamdulillah akhirnya semua agenda di hari pertama saya puasa di jogja selesai, namun rangkaian acara Nurani masih belum selesai…….

                                                                                                                                                                To be continued…